Postingan

puisiku

Bingkisan Rindu Berulang -ulang kubungkus bingkisan maafku Kuhiasi aneka rasa, Stroberi, Jeruk nipis, Anggur, bercampur gulma, Namun Tetap saja ngesot menjamah sukmamu Walaupun Bintang gemintang dipangkuan Semua tak mampu mengimbangi keangkuhan Aku mencumbumu di Istana khayalku Kau Sembunyikan rayuan di balik gubug rindumu Aku pesonakan segala marwah Tak memikat kau menyumbang rasa Sumringah... . Aku berkedip di tiap helai daun yang melambai anggun Tak surutkan rasa rindu yang menggumpal... Menggunung... Wahai Pemilik rinduku Lipatgandakan rinduku dirindumu! DR05042017
Teruntuk Bunga-Bunga Pertiwi Masih basah tanah yang kupijak Suara burung-burung dikebun menyambutku hangat Jeritan pintu pagar tersentak Langit kelabu memeluk kepulan asap Daun berhimpitan berselimut embun Bunga pun masih menunduk takluk pada dingin yang menusuk Kelopaknya menggeliat menjatuhkan setetes embun yang menggantung Mentari masih mengulum senyum nan anggun Gemerincing nyanyian kunci pintu, lamunanku terpecah Penjaga sekolah melangkah tegap tersenyum ramah   Bersama langkah anak-anak berteriak bersorak Uluran tangan mereka menarikku kuat Seiring salam bertutur merdu, sapaan riang dan do’a terpadu Menyentuh kalbu, menyengat semangatku Betapa senang menyambut   pagi Bersama tugas yang menanti, Indah tiada terperi   Berangkatnya pagi hangatnya mentari   Lonceng berbunyi satu-satu kelas terisi   Setiap hari berbakti sepenuh hati   Mencintai negeri, menyayangi bunga-bunga pertiwi   Mencipta bangsa ...
MEMBIRU LAUT Kusinggahi pantai ini kembali Bermain pasir dengan deruan ombak berdesir Buih ombak   memainkan kaki beriak-riak Butiran pasir   melukis jejak Kau syahdu   mendekapku Menggigil tubuhku memagut rindu Deburan ombak   bergolaklah hasrat Terhanyut menggelayut dipelukmu Apakah ini ? saat itu ..... Ini kan jadi   kenangan   jawabmu ringan Begitukah ? Hati luluh membiru laut Terpaut cinta nan maut Kusinggahi pantai ini kembali Menggigil tubuhku berselimut embun Saat sun rise mengulur warna merahnya Aku menunggu indahnya Gerai bayangmu    yang tertimbun waktu Mengingatmu ? saat ini ....? Ini hanya kenangan   bisikku ringan DR, Tasikmalaya, 22022017 dimuat kabar Priangan sabtu 25 April 2017